BacaKisahAlkitab logoBacaKisahAlkitab
Ester 4Usaha Mordekhai untuk Menolong Orang Yahudi

Usaha Mordekhai untuk Menolong Orang Yahudi

Page 1 / 12

Ketika Mordekhai mengetahui semua yang telah terjadi, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung dan abu, lalu berjalan ke tengah-tengah kota sambil meratap dengan suara yang keras dan pilu. Kesedihannya begitu mendalam, sebuah cerminan dari ketakutan yang menyelimuti seluruh bangsanya.

Page 1
Page 2 / 12

Ia sampai di depan pintu gerbang raja, tetapi tidak bisa masuk, karena tidak ada yang boleh memasuki gerbang raja dengan mengenakan kain kabung. Ia berdiri di sana, sebuah simbol duka yang nyata di ambang pintu kekuasaan, doanya adalah jeritan sunyi memohon pertolongan.

Page 2
Page 3 / 12

Di setiap provinsi, di mana pun titah dan undang-undang raja sampai, ada perkabungan besar di antara orang-orang Yahudi. Mereka berpuasa, menangis, dan meratap. Banyak yang berbaring di atas kain kabung dan abu, bersatu dalam kesedihan dan ketakutan mereka.

Page 3
Page 4 / 12

Para dayang dan sida-sida Ratu Ester datang dan memberitahukan kepadanya tentang Mordekhai. Hati sang ratu menjadi sangat sedih. Ia tidak tahu alasan kesedihan Mordekhai, tetapi melihat orang yang dicintainya menderita membuatnya sangat cemas.

Page 4
Page 5 / 12

Ester mengirimkan pakaian untuk Mordekhai, berharap ia akan melepaskan kain kabungnya. Tetapi Mordekhai menolaknya. Kesedihannya bukanlah sesuatu yang bisa disembunyikan di balik pakaian bagus.

Page 5
Page 6 / 12

Maka Ester memanggil Hatak, salah seorang sida-sida raja yang ditugaskan untuk melayaninya. Ia memerintahkan Hatak untuk pergi kepada Mordekhai dan mencari tahu apa yang sedang terjadi dan mengapa ia begitu berduka.

Page 6
Page 7 / 12

Mordekhai menceritakan segalanya kepada Hatak. Ia memberinya salinan surat perintah untuk pemusnahan mereka. "Berikan ini kepada Ester," katanya. "Desaklah dia untuk menghadap raja, memohon belas kasihan dan memohon demi bangsanya."

Page 7
Page 8 / 12

Hatak kembali dan melaporkan semua yang dikatakan Mordekhai kepada Ester. Ester mengirim pesan kembali, "Semua tahu bahwa siapa pun yang menghadap raja tanpa dipanggil akan dihukum mati, kecuali raja mengulurkan tongkat emasnya. Dan aku belum dipanggil selama tiga puluh hari."

Page 8
Page 9 / 12

Mordekhai mengirim balasan: "Jangan berpikir karena engkau berada di istana, engkau satu-satunya orang Yahudi yang akan selamat. Jika engkau tetap diam pada saat seperti ini, pertolongan akan datang dari tempat lain, tetapi engkau dan keluargamu akan binasa."

Page 9
Page 10 / 12

Pesan Mordekhai berlanjut, "Dan siapa tahu, mungkin untuk saat seperti inilah engkau mencapai kedudukan sebagai ratu." Kata-kata itu menusuk hati Ester, memberinya tujuan dan kekuatan baru.

Page 10
Page 11 / 12

Kemudian Ester mengirim pesan ini kepada Mordekhai: "Pergilah, kumpulkan semua orang Yahudi di Susan dan berpuasalah untukku. Jangan makan atau minum selama tiga hari. Aku dan para dayangku akan melakukan hal yang sama. Setelah itu, aku akan menghadap raja, meskipun itu melanggar hukum."

Page 11
Page 12 / 12

"Dan jika aku harus mati," Ester menyatakan dengan berani, "biarlah aku mati." Mordekhai kemudian pergi dan melakukan semua yang diperintahkan Ester kepadanya, menyatukan bangsanya dalam doa dan puasa.

Page 12

Pertanyaan Perenungan

Pilih satu pertanyaan yang paling sesuai dengan kondisi teman-teman, kemudian renungkan dan buat penerapan praktisnya.

  1. Melihat posisi Ester, di mana Tuhan menempatkan Anda 'untuk saat seperti ini', dan bagaimana Anda dapat menggunakan pengaruh tersebut untuk kebaikan orang lain, meskipun ada risikonya?
  2. Ester awalnya ragu karena takut. Ketakutan apa yang saat ini menghalangi Anda untuk melakukan panggilan Tuhan, dan langkah iman apa yang bisa Anda ambil untuk mengatasinya?

📚 Fun Facts Kitab Ester

Kitab Ester adalah satu-satunya kitab dalam Alkitab yang tidak secara eksplisit menyebut nama Allah. Meski begitu, banyak yang melihat kehadiran Tuhan melalui "kebetulan" atau providensi yang menyelamatkan bangsa Yahudi dari kehancuran.

Kitab Ester menceritakan asal-usul hari raya Purim, perayaan Yahudi untuk memperingati keselamatan mereka dari rencana Haman. Nama "Purim" berasal dari kata "pur" (undian), karena Haman melempar undi untuk menentukan hari pembantaian (Ester 3:7).

Cerita Ester terjadi di masa Kekaisaran Persia, kemungkinan pada masa pemerintahan Raja Ahasyweros (Xerxes I, sekitar 486–465 SM). Istana di Susan (Susa) digambarkan dengan detail mewah, mencerminkan kemegahan Persia kala itu.

Nama asli Ester adalah Hadassa (Ester 2:7), yang berarti "pohon murad" dalam bahasa Ibrani. Nama "Ester" kemungkinan diambil dari kata Persia atau Babilonia yang berarti "bintang," sesuai dengan kecantikan dan perannya yang bersinar.

Kitab Ester ditulis dengan gaya naratif yang penuh drama, seperti plot twist, intrik istana, dan pembalikan nasib. Ini membuatnya terasa seperti novel kuno.