BacaKisahAlkitab logoBacaKisahAlkitab
Ester 10Kebesaran Mordekhai

Kebesaran Mordekhai

Page 1 / 4

Setelah peristiwa-peristiwa besar itu, Raja Ahasyweros meneguhkan kekuasaannya atas seluruh kerajaannya yang luas. Dari daratan utama Persia hingga ke pulau-pulau yang jauh di seberang lautan, ia memberlakukan aturan dan pajak, membawa ketertiban dan kemakmuran bagi semua rakyat di bawah pemerintahannya.

Page 1
Page 2 / 4

Dan semua perbuatan kekuasaan dan keperkasaannya, serta kisah lengkap tentang kebesaran Mordekhai yang diangkat oleh raja, semuanya tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Media dan Persia. Kisah mereka menjadi legenda untuk dipelajari oleh generasi mendatang.

Page 2
Page 3 / 4

Sebab Mordekhai, orang Yahudi itu, menjadi orang kedua setelah Raja Ahasyweros. Ia sangat dihormati di antara orang-orang Yahudi dan disukai oleh banyak saudaranya, karena ia tidak pernah melupakan dari mana ia berasal. Ia terus-menerus mengusahakan yang terbaik bagi bangsanya.

Page 3
Page 4 / 4

Mordekhai selalu berbicara tentang kedamaian dan keamanan bagi seluruh keturunannya. Melalui kebijaksanaannya, ia memastikan bahwa orang-orang Yahudi tidak hanya selamat, tetapi juga dapat berkembang di seluruh kerajaan. Warisannya bukanlah tentang kekuasaan, melainkan tentang iman, keberanian, dan pengabdian kepada bangsanya.

Page 4

Pertanyaan Perenungan

Pilih satu pertanyaan yang paling sesuai dengan kondisi teman-teman, kemudian renungkan dan buat penerapan praktisnya.

  1. Seperti Mordekai yang memakai kedudukannya untuk kesejahteraan bangsanya, bagaimana saya dapat menggunakan pengaruh yang Tuhan berikan saat ini untuk menjadi berkat bagi orang lain?
  2. Melihat bagaimana kesetiaan Mordekai berbuah pada akhirnya, di area mana dalam hidup saya yang tersembunyi, saya perlu tetap setia dan berintegritas?

📚 Fun Facts Kitab Ester

Kitab Ester adalah satu-satunya kitab dalam Alkitab yang tidak secara eksplisit menyebut nama Allah. Meski begitu, banyak yang melihat kehadiran Tuhan melalui "kebetulan" atau providensi yang menyelamatkan bangsa Yahudi dari kehancuran.

Kitab Ester menceritakan asal-usul hari raya Purim, perayaan Yahudi untuk memperingati keselamatan mereka dari rencana Haman. Nama "Purim" berasal dari kata "pur" (undian), karena Haman melempar undi untuk menentukan hari pembantaian (Ester 3:7).

Cerita Ester terjadi di masa Kekaisaran Persia, kemungkinan pada masa pemerintahan Raja Ahasyweros (Xerxes I, sekitar 486–465 SM). Istana di Susan (Susa) digambarkan dengan detail mewah, mencerminkan kemegahan Persia kala itu.

Nama asli Ester adalah Hadassa (Ester 2:7), yang berarti "pohon murad" dalam bahasa Ibrani. Nama "Ester" kemungkinan diambil dari kata Persia atau Babilonia yang berarti "bintang," sesuai dengan kecantikan dan perannya yang bersinar.

Kitab Ester ditulis dengan gaya naratif yang penuh drama, seperti plot twist, intrik istana, dan pembalikan nasib. Ini membuatnya terasa seperti novel kuno.