BacaKisahAlkitab logoBacaKisahAlkitab
Ester 9Tindakan Orang Yahudi Terhadap Musuhnya

Tindakan Orang Yahudi Terhadap Musuhnya

Page 1 / 24

Pada hari itu juga Raja Ahasyweros mengaruniakan kepada Ratu Ester harta milik Haman, musuh orang Yahudi itu. Mordekhai juga menghadap raja, karena Ester telah memberitahukan apa hubungannya dengan Mordekhai. Raja pun terkesan dengan kesetiaan Mordekhai.

Page 1
Page 2 / 24

Raja mencabut cincin meterainya, yang telah diambilnya kembali dari Haman, lalu memberikannya kepada Mordekhai. Dan Ester mengangkat Mordekhai untuk mengawasi harta milik Haman. Mordekhai menerima tanggung jawab besar itu dengan rendah hati.

Page 2
Page 3 / 24

Namun, tugas Ester belum selesai. Ia berbicara lagi di hadapan raja, merebahkan diri di kakinya, dan menangis. Ia memohon kepada raja untuk membatalkan rencana jahat Haman, orang Agag itu, yang telah dirancangnya untuk melawan orang Yahudi.

Page 3
Page 4 / 24

Raja mengulurkan tongkat emas ke arah Ester. Maka Ester bangkit dan berdiri di hadapan raja. Ia berkata, "Jika baik pada pemandangan raja, dan jika hamba mendapat kasih karunia di hadapannya, hendaklah dikeluarkan surat perintah untuk menarik kembali surat-surat yang dirancangkan oleh Haman."

Page 4
Page 5 / 24

"Karena bagaimana hamba dapat tahan melihat malapetaka yang akan menimpa bangsa hamba?" lanjut Ester, suaranya penuh dengan kesedihan. "Dan bagaimana hamba dapat tahan melihat kebinasaan sanak saudara hamba?"

Page 5
Page 6 / 24

Maka kata Raja Ahasyweros kepada Ratu Ester serta kepada Mordekhai, orang Yahudi itu, "Harta milik Haman telah kuberikan kepada Ester, dan Haman sendiri telah digantung karena ia mencoba mencelakai orang Yahudi. Tulislah surat mengenai orang Yahudi, dalam nama raja, dan meteraikanlah dengan cincin meterai raja, karena surat yang telah ditulis dalam nama raja dan dimeteraikan dengan cincin meterai raja tidak dapat ditarik kembali."

Page 6
Page 7 / 24

Maka para panitera raja dipanggil pada waktu itu juga, dalam bulan yang ketiga, yakni bulan Sivan, pada tanggal dua puluh tiga. Ditulislah surat sesuai dengan semua yang diperintahkan Mordekhai kepada orang Yahudi, dan kepada para wakil pemerintah, para bupati, dan para pembesar daerah dari India sampai ke Etiopia.

Page 7
Page 8 / 24

Surat keputusan itu memberi orang Yahudi di setiap kota hak untuk berkumpul dan membela diri; untuk membinasakan, membunuh, dan memusnahkan semua angkatan bersenjata dari bangsa atau provinsi mana pun yang akan menyerang mereka, termasuk anak-anak dan perempuan, dan untuk menjarah harta milik mereka.

Page 8
Page 9 / 24

Surat-surat itu dikirim melalui kurir-kurir yang menunggang kuda-kuda cepat dari peternakan kuda kerajaan. Mereka berangkat dengan cepat, didorong oleh perintah raja, membawa pesan harapan dan pembebasan ke setiap sudut kerajaan yang luas.

Page 9
Page 10 / 24

Kemudian Mordekhai keluar dari hadapan raja dengan mengenakan pakaian kerajaan dari kain biru dan putih, dengan mahkota emas yang besar serta jubah dari kain lenan halus dan kain ungu. Dan bersukarialah seluruh kota Susan.

Page 10
Page 11 / 24

Bagi orang Yahudi ada terang dan sukacita, kegirangan dan kehormatan. Di setiap provinsi dan di setiap kota, di mana pun perintah dan keputusan raja sampai, orang-orang Yahudi bersukacita dan bergembira, mengadakan perjamuan dan hari raya.

Page 11
Page 12 / 24

Dan banyak dari antara penduduk negeri itu menjadi Yahudi, karena rasa takut terhadap orang Yahudi telah meliputi mereka. Demikianlah, melalui keberanian seorang ratu dan kebijaksanaan pamannya, hari duka diubah menjadi hari pembebasan.

Page 12
Page 13 / 24

Pada hari ketiga belas bulan kedua belas, yaitu bulan Adar, ketika perintah dan keputusan raja akan dilaksanakan, nasib pun berbalik. Pada hari musuh-musuh orang Yahudi berharap untuk mengalahkan mereka, justru orang Yahudi yang mengalahkan para pembenci mereka.

Page 13
Page 14 / 24

Orang-orang Yahudi berkumpul di kota-kota mereka di seluruh provinsi Raja Ahasyweros untuk melawan orang-orang yang ingin mencelakai mereka. Tidak ada yang bisa melawan mereka, karena rasa takut terhadap mereka telah meliputi semua bangsa. Semua pejabat provinsi, para wakil pemerintah, para bupati, dan para pejabat kerajaan membantu orang Yahudi, karena mereka takut kepada Mordekhai.

Page 14
Page 15 / 24

Maka orang Yahudi menyerang semua musuh mereka dengan pedang, membunuh dan membinasakan mereka. Di benteng Susan, orang Yahudi membunuh dan membinasakan lima ratus orang.

Page 15
Page 16 / 24

Di antara yang tewas adalah kesepuluh putra Haman: Parsandata, Dalfon, Aspata, Porata, Adalya, Aridata, Parmasta, Arisai, Aridai, dan Waizata. Namun, orang-orang Yahudi tidak menjarah harta milik musuh mereka.

Page 16
Page 17 / 24

Jumlah orang yang terbunuh di benteng Susan dilaporkan kepada raja pada hari itu juga. Raja berkata kepada Ratu Ester, "Orang Yahudi telah membunuh lima ratus orang di benteng Susan, dan juga kesepuluh putra Haman. Apa lagi yang engkau minta? Permintaanmu akan dikabulkan."

Page 17
Page 18 / 24

Ester menjawab, "Jika baik pada pemandangan raja, berikanlah izin kepada orang Yahudi di Susan untuk melakukan besok sesuai dengan keputusan hari ini, dan biarlah kesepuluh putra Haman digantung di tiang gantungan."

Page 18
Page 19 / 24

Raja memerintahkan agar hal itu dilakukan. Sebuah keputusan dikeluarkan di Susan, dan mereka menggantung kesepuluh putra Haman. Orang-orang Yahudi di Susan berkumpul lagi pada hari keempat belas bulan Adar dan membunuh tiga ratus orang, tetapi mereka tetap tidak menjarah.

Page 19
Page 20 / 24

Sementara itu, orang-orang Yahudi lainnya di seluruh provinsi kerajaan juga berkumpul untuk membela diri. Mereka membebaskan diri dari musuh-musuh mereka, membunuh tujuh puluh lima ribu orang yang membenci mereka, tetapi mereka tidak menjarah.

Page 20
Page 21 / 24

Hal ini terjadi pada hari ketiga belas bulan Adar, dan pada hari keempat belas mereka beristirahat, menjadikannya hari perjamuan dan sukacita. Namun, orang Yahudi di Susan beristirahat pada hari kelima belas, menjadikannya hari perjamuan dan sukacita.

Page 21
Page 22 / 24

Mordekhai mencatat semua peristiwa ini dan mengirimkan surat kepada semua orang Yahudi di seluruh provinsi Raja Ahasyweros, baik yang dekat maupun yang jauh, untuk menetapkan perayaan tahunan pada hari keempat belas dan kelima belas bulan Adar.

Page 22
Page 23 / 24

Hari-hari itu harus diingat sebagai hari ketika orang Yahudi mendapatkan kelegaan dari musuh-musuh mereka, dan bulan ketika duka mereka diubah menjadi sukacita. Mereka menyebut hari-hari perayaan ini "Purim," dari kata "Pur," yang berarti undi, karena Haman telah membuang undi untuk menghancurkan mereka.

Page 23
Page 24 / 24

Maka Ratu Ester, bersama dengan Mordekhai, menulis dengan segenap wewenang untuk mengesahkan surat kedua tentang Purim ini. Perintah mereka menetapkan waktu-waktu ini untuk selamanya, sebagai pengingat akan puasa dan ratapan mereka, dan akan pembebasan mereka yang luar biasa.

Page 24

Pertanyaan Perenungan

Pilih satu pertanyaan yang paling sesuai dengan kondisi teman-teman, kemudian renungkan dan buat penerapan praktisnya.

  1. Melihat pembalikan keadaan yang luar biasa dalam Ester 9, bagaimana kita dapat tetap percaya pada kedaulatan Tuhan bahkan ketika situasi di sekitar kita tampak suram dan tanpa harapan?
  2. Perayaan Purim ditetapkan untuk mengingat pertolongan Tuhan. Cara praktis apa yang bisa kita lakukan untuk secara rutin mengingat dan mensyukuri karya penyelamatan Tuhan dalam hidup kita sehari-hari?

📚 Fun Facts Kitab Ester

Kitab Ester adalah satu-satunya kitab dalam Alkitab yang tidak secara eksplisit menyebut nama Allah. Meski begitu, banyak yang melihat kehadiran Tuhan melalui "kebetulan" atau providensi yang menyelamatkan bangsa Yahudi dari kehancuran.

Kitab Ester menceritakan asal-usul hari raya Purim, perayaan Yahudi untuk memperingati keselamatan mereka dari rencana Haman. Nama "Purim" berasal dari kata "pur" (undian), karena Haman melempar undi untuk menentukan hari pembantaian (Ester 3:7).

Cerita Ester terjadi di masa Kekaisaran Persia, kemungkinan pada masa pemerintahan Raja Ahasyweros (Xerxes I, sekitar 486–465 SM). Istana di Susan (Susa) digambarkan dengan detail mewah, mencerminkan kemegahan Persia kala itu.

Nama asli Ester adalah Hadassa (Ester 2:7), yang berarti "pohon murad" dalam bahasa Ibrani. Nama "Ester" kemungkinan diambil dari kata Persia atau Babilonia yang berarti "bintang," sesuai dengan kecantikan dan perannya yang bersinar.

Kitab Ester ditulis dengan gaya naratif yang penuh drama, seperti plot twist, intrik istana, dan pembalikan nasib. Ini membuatnya terasa seperti novel kuno.